
Tekanan pencairan gas alam
Gas alam merupakan sumber daya berharga yang dibutuhkan untuk banyak proses industri dan kebutuhan rumah tangga. Namun untuk mengangkut dan menyimpannya, gas tersebut harus dicairkan. Dan ini memerlukan tekanan. Mari kita lihat bagaimana hal ini terjadi dan mengapa tekanan memainkan peran penting.
Bagaimana gas dicairkan?
Bayangkan air biasa. Untuk mengubahnya menjadi es, Anda perlu menurunkan suhunya. Demikian pula, untuk mengubah gas alam (yang biasanya berupa gas) menjadi cair (gas alam cair - LNG), suhunya harus diturunkan ke nilai yang sangat rendah - kira-kira minus 162 derajat Celcius. Tapi ini tidak cukup! Sifat gas memang cenderung memuai. Untuk mengompresnya menjadi cairan, tekanan eksternal harus diberikan. Tekanan ini memadatkan molekul gas, mencegahnya terbang terpisah, dan memaksanya berubah menjadi cair. Dalam instalasi besar di mana terjadi pencairan, tekanan dibuat menggunakan kompresor khusus dan sistem pendingin.
Mengapa tekanan itu penting?
Tekanan tinggi memainkan peran penting dalam pencairan gas, memungkinkan molekul gas mengatasi gaya tolak menolak dan berada cukup dekat untuk menjadi cair. Tanpa tekanan yang cukup, gas akan tetap berbentuk gas bahkan pada suhu rendah. Ini seperti mencoba menekan balon udara: semakin keras Anda menekannya, semakin menyusut. Hal serupa juga terjadi pada gas alam.
Manfaat menggunakan tekanan untuk mencairkan
Pencairan gas alam merupakan langkah kunci untuk transportasi jarak jauh yang efisien. Berkat pencairan, volume gas menjadi jauh lebih sedikit, sehingga mengurangi biaya dan volume tangki pengangkut, sehingga transportasi menjadi lebih ekonomis. Hal ini juga memungkinkan gas dalam jumlah besar disimpan di area yang jauh lebih kecil. Dengan demikian, gas alam cair (LNG) dapat diangkut melintasi lautan dengan kapal tanker khusus, sehingga dapat diakses oleh daerah-daerah yang tidak memiliki ladang sendiri.